Sejarah dan Evolusi Susu: Sebuah Tradisi Budaya


Susu, juga dikenal sebagai asosiasi simpan pinjam bergilir (ROSCA), adalah sistem simpanan dan peminjaman uang tradisional yang telah dipraktikkan di berbagai budaya di seluruh dunia selama berabad-abad. Praktik susu berakar di Afrika, khususnya di negara-negara seperti Ghana, Nigeria, dan Sierra Leone, yang mana praktik ini telah menjadi praktik keuangan umum selama beberapa generasi.

Kata “susu” berasal dari bahasa Akan yang digunakan di Ghana, dan diterjemahkan menjadi “rencana” atau “program”. Dalam sistem susu tradisional, sekelompok individu berkumpul dan sepakat untuk menyumbangkan sejumlah uang ke dana kolektif secara rutin, biasanya mingguan atau bulanan. Setiap anggota kelompok akan bergiliran menerima sejumlah uang dari dana tersebut, yang jumlah dan frekuensi pembayarannya ditentukan berdasarkan kesepakatan kelompok.

Kelompok susu biasanya terbentuk di antara teman, anggota keluarga, atau anggota komunitas yang saling percaya dan berkomitmen untuk mendukung satu sama lain secara finansial. Praktik ini didasarkan pada prinsip saling membantu dan bekerja sama, dimana para anggota mengumpulkan sumber daya mereka untuk memberikan bantuan keuangan satu sama lain pada saat dibutuhkan.

Seiring berjalannya waktu, susu telah berevolusi dan beradaptasi untuk memenuhi perubahan kebutuhan masyarakat. Di beberapa budaya, kelompok susu telah berkembang hingga mencakup lebih banyak peserta atau beroperasi secara lebih formal dengan perjanjian tertulis dan catatan keuangan. Dalam kasus lain, susu telah dimodernisasi melalui penggunaan teknologi, dengan beberapa kelompok menggunakan platform pembayaran seluler untuk mengelola kontribusi dan pembayaran mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, susu telah mendapatkan popularitas di belahan dunia lain, termasuk Karibia, Amerika Latin, dan Asia, di mana susu dikenal dengan berbagai nama seperti “tandas” di Meksiko dan “chit fund” di India. Praktik ini juga dianut oleh komunitas imigran di negara-negara Barat, di mana kelompok susu menyediakan cara bagi individu untuk menabung dan mengakses kredit di luar sistem perbankan formal.

Meskipun memiliki sejarah yang panjang dan penggunaannya secara luas, susu telah menghadapi kritik dan skeptisisme dari beberapa pihak. Kritikus berpendapat bahwa kelompok susu rentan terhadap penipuan dan penyalahgunaan, dimana individu yang tidak bermoral mengambil keuntungan dari kepercayaan dan niat baik dari sesama anggotanya. Ada pula yang menyuarakan keprihatinan mengenai kurangnya pengawasan peraturan dan perlindungan konsumen dalam sistem susu, yang dapat membuat peserta rentan terhadap kerugian finansial.

Terlepas dari tantangan-tantangan ini, susu tetap menjadi tradisi budaya yang berharga dan abadi yang telah memberikan stabilitas keuangan dan dukungan kepada banyak individu dan komunitas di seluruh dunia. Ketika praktik ini terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan keadaan, susu berfungsi sebagai pengingat akan kekuatan kerja sama dan saling membantu dalam memenuhi kebutuhan keuangan dan membangun ketahanan ekonomi.